Selasa, 25 Januari 2022

MENGEMBANGKAN BUDAYA POSITIF MELALUI KEYAKINAN KELAS

LATAR BELAKANG 
Untuk mewujudkan Merdeka belajar, diperlukan sekolah yang memiliki iklim pendidikan yang kondusif. Murid harus merasa aman, nyaman, dihargai dan diterima oleh guru dan teman-temannya, sehingga pengembangan potensi murid lebih optimal. Budaya Positif sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan dan kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat, berkarakter, displin dan bertanggung jawab. Untuk membangun budaya positif dibutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan secara bertahap, karena hal tersebut tercermin dalam sikap keseharian seluruh komponen sekolah (kepala sekolah, guru, wali murid, murid, masyarakat sekitar dan stake holder) untuk mengembangkan nilai dan potensi yang positif dalam diri murid, sehingga terwujud Profil Pelajar Pancasila. Dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak yang memiliki Visi pendidikan sesuai Filosofi Ki Hadjar Dewantara, Pendidik sebagai penuntun untuk menciptakan kondisi pembelajaran dan lingkungan sekolah yang positif dan berpihak pada murid, sehingga Budaya Positif akan tercapai dan terwujud kebahagiaan dan keselamatan murid baik untuk dirinya maupun masyarakat. Membiasakan budaya positif sebagai suatu pola pembiasaan yang secara otomatis akan selalu mewarnai setiap perilaku warga sekolah, terutama dalam melaksanakan aturan secara konsisten dengan penuh kesadaran tinggi, sehingga visi sekolah impian akan tercapai yaitu menumbuhkan murid sebagai pemimpin masa depan dalam konteks merdeka belajar dan Profil Pelajar Pancasila. Salah satu bagian dari budaya positif adalah keyakinan kelas. Keyakinan kelas merupakan nilai-nilai universal yang diyakini bersama, berasal dari dalam diri dan tanpa paksaan. Murid melakukan sesuatu karena memiliki motivasi yaitu : untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman, untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dan untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menhargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Dengan keyakinan kelas, murid melakukan suatu tindakan didasari oleh keyakinannya, berdasarkan motivasi intrinsik. Sebagai langkah awal dalam mewujudkan budaya positif, murid diajak membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas disusun guru dan murid secara demokratis. 

TUJUAN 
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut : 
1. Memberikan pengalaman kepada murid dalam membuat kesepakatan secara demokratis. 
2. Menanamkan budaya positif yang akan menjadi bekal hidup untuk murid selamat dan bahagia. 
3. Menjadikan keyakinan kelas sebagai pembiasaan yang terpola secara otomatis dan membantu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. 

LINIMASA KEGIATAN 
1. Mensosialisasikan rancangan aksi nyata kepada kepala sekolah dan rekan guru. 
2. Menyusun kelas impian keyakinan kelas bersama murid. 
3. Membuat kelas impian dan keyakinan kelas dalam bentuk poster yang ditempel pada pojok kelas.